Alasan Orang Tetap Suka Diramal Walau Tahu Itu BohonganBerita Lifestyle 

Alasan Orang Tetap Suka Diramal Walau Tahu Itu Bohongan

Alasan Orang Tetap Suka Diramal Walau Tahu Itu Bohongan

PASTI365 – Alasan Orang Tetap Suka Diramal Walau Tahu Itu Bohongan , siapa di sini yang nggak pernah ikut-ikut ramalan? Hampir semua dari kalian pasti pernah setidaknya mencoba sekali kan? Entah itu dengan membaca garis tangan, melihat aura, primbon, kartu tarot, atau yang sangat umum adalah ramalan zodiak.

Seringkali, kita sebenarnya mengakui dan sepenuhnya sadar bahwa ramalan belum tentulah benar, atau justru seluruhnya bohong. Tapi kebanyakan masih saja suka diramal, atau sekedar buka-buka ramalan zodiak harian. Bener kan?

Kira-kira, tahu nggak apa alasannya hal tersebut terjadi? Ternyata ada penjelasan secara ilmiahnya lho! Berikut informasi selengkapnya…

1. Memuaskan rasa penasaran

Memuaskan rasa penasaran
Memuaskan rasa penasaran

Alasan seseorang mencoba-coba ramalan mungkin berbeda-beda, namun intinya mereka penasaran akan yang terjadi di masa depan, sekalipun niat awal mencoba hanyalah iseng-iseng.

Memang, bicara soal misteri hari depan membuat kita selalu tertarik dan ingin tahu. Untuk alasan itulah orang-orang tetap suka diramal, walaupun ada yang masa bodoh dengan hasilnya, atau justru mempecayainya.

 

2. Dengan ramalan, seseorang berharap dapat mengendalikan masa depannya

Dengan ramalan, seseorang berharap dapat mengendalikan masa depannya
Dengan ramalan, seseorang berharap dapat mengendalikan masa depannya

Selanjutnya, seseorang tetap suka mengikuti ramalan karena ia ingin mendengar tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Jika hasil ramalan tersebut menggambarkan kondisi yang kurang seimbang, maka seseorang merasa mungkin dapat mengantisipasinya sejak sekarang.

Misal saja, orang tersebut diramal akan menurun kesehatannya 5 tahun mendatang. Maka, walaupun timbul rasa khawatir, namun setidaknya ia bisa melakukan hal-hal yang meminimalisir timbulnya penyakit, seperti menjaga gaya konsumsi atau rajin berolahraga.

 

3. Manipulasi psikologi dari peramal

Manipulasi psikologi dari peramal
Manipulasi psikologi dari peramal

Pada dasarnya, keinginan semua orang di dunia ini adalah sama. Seringkali, kita menjumpai kalimat-kalima seperti ‘Jodohmu akan datang sebentar lagi’ atau ‘Berusaha lebih keras, dan impianmu akan datang dalam waktu dekat,’ Betul?

Ungkapan semacam ini sebenarnya cocok disugestikan pada semua orang, namun peramal jago membuat kamu merasa seolah-olah pernyataan itu pas untuk kamu seorang.

Dalam ilmu psikologi, hal ini disebut dengan efek Barnum, yaitu variabel yang sebenarnya berlaku pada umum, namun efeknya terdengar seakan-akan hal tersebut diperuntukkan khusus untuk seseorang tertentu. Itulah mengapa efek Barnum disebut juga manipulasi psikologis.

 

4. Manusia sebenarnya membutuhkan dukungan atas keputusannya

Manusia sebenarnya membutuhkan dukungan atas keputusannya
Manusia sebenarnya membutuhkan dukungan atas keputusannya

Hal yang sudah jeli dilihat oleh para fortune-teller atau peramal, bahwa sebenarnya orang-orang yang datang dan minta untuk diramal sebenarnya sudah memiliki keputusan atas keraguannya. Hanya saja, mereka masih membutuhkan dukungan agar lebih mantap mengambil keputusan tersebut.

Singkatnya, ketika orang tersebut mendengar hasil prediksi yang sesuai harapan, maka ia akan lebih termotivasi untuk menindaklanjuti keputusannya.

Ini merupakan salah satu efek positif dari ramalan. Karena walau direka-reka, ramalan justru terkadang berhasil membangun kepercayaan seseorang atas dirinya sendiri.

Makanya, kadang ramalan seolah menjadi kenyataan. Itu bukan karena ramalan tersebut benar, melainkan karena pola pikir kita yang mengikuti apa kata si peramal.

 

5. Manusia mudah percaya dengan ramalan asal positif

 Manusia mudah percaya dengan ramalan asal positif
Manusia mudah percaya dengan ramalan asal positif

Sudah menjadi karakter manusia bahwa mereka akan lebih menerima sesuatu jika itu baik untuk dirinya. Tak terkecuali juga ramalan atau horoskop. Seseorang senang berkali-kali mencoba ramalan mungkin karena prediksi-prediksi positif yang akan terjadi pada mereka. Alhasil, mereka dengan mudah menerima, bahkan percaya pada perkataan si peramal.

Sebaliknya, apabila ramalan tersebut bernada negatif, manusia cenderung langsung menganggap ramalan tersebut bohong dan pasti meleset. Walaupun, ada juga orang yang akhirnya percaya dan parno sendiri.

Terlepas dari akurat tidaknya suatu ramalan, jauh utamakan kepercayaan atas kemampuan diri sendiri dalam hal apapun itu. Entah karier, asmara, kesehatan, atau keuangan. So, ikut ramalan sah-sah saja, tapi jangan diimani 100% ya.

Related posts