Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp HillLifestyle 

Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill

Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill. Setelah melangsungkan Pasar Kakilangit dan Pasar Nginrong, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja pulang menghadirkan tujuan digital. Atraksi wisata ini mempunyai nama Watu Tapak Camp Hill. Destinasi yang akan dimulai untuk umum pada 19 Oktober mendatang ini terletak di Watu Tapak- Taman Tebing Breksi, Sleman. Dari sini, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta yang estetis saat malam hari.

Apalagi nantinya bakal ada dilangsungkan Grand Orchestra Keroncong Plesiran pada pukul 15.00-22.00 WIB. “Kita menawarkan konsep bertolak belakang di tujuan ini. Kalau konsep dua pasar sebelumnya yang sepenuhnya menganut community based tourism, Watu Tapak Camp Hill bakal melibatkan semua pengusaha muda Jogja (foodtruck) dan co-branding Kemenpar sebagai pelaku kuliner,” ujar Koordinator Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja, Nunung Elizabeth, dalam penjelasan tertulisnya, Minggu (14/10/2018).

Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill

Pemilihan konsep ini menurut tempat Watu Tapak Camp Hill yang mempunyai kontur tanah berundak yang menghadap ke unsur utara dan barat. Wisatawan dapat melihat lanskap Jogja tampak jelas laksana Bandara Adisutjipto, Gunung Merapi, Candi Barong, Candi Prambanan, dan Situs Ratu Boko.

Elza mengungkapkan kontur tanah berundak menjadi potensi yang menarik di Watu Tapak Camp Hill. GenPI Jogja bakal memanfaatkan 4 lahan berundak sebagai lokasi kegiatan utama. Lahan sangat atas yang berbatasan langsung dengan tempat Balkondes Sambirejo, Prambanan diperuntukkan lokasi food truck. Sementara lahan kedua adalah area parkir campervan. Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill.

Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill

Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill

“Lahan ketiga baik yang menghadap ke barat dan utara bermanfaat sebagai camping ground dan panggung atraksi dengan kapasitas 50 tenda. Dengan setiap tenda dapat menampung 4 orang. Lahan keempat dimanfatkan sebagai arena bebakaran dan 3 lahan di bawahnya sebagai lahan hijau,” jelasnya. Komunitas Wedha Pop Art Potrait (WPAP) Jogja pun disuruh untuk mempercantik Watu Tapak Camp Hill. Mereka akan menciptakan gambar tujuan dampingan GenPI, landmark Yogyakarta, dan aneka seni budaya.

Seluruh transaksi di Watu Tapak Camp Hill pun akan memakai sistem e-money demi mendukung tujuan digital yang digalakkan Kementerian Pariwisata. Sistem ini menjadi di antara indikator pelengkap dan urgen bahwa tujuan digital tidak melulu instagramable dan dipromosikan secara online.

“Proyeksi kita, tujuan ini berpotensi menggaet 10 % dari total pengunjung Taman Tebing Breksi yang berkisar 1.000 pada hari kerja dan 3.000 akhir pekan. Artinya, bakal ada selama 100 orang datang pada hari biasa dan 300 orang pada akhir pekan tanpa adanya orkestrasi secara khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono menyerahkan apresiasinya untuk GenPI Jogja. Ia mengatakan tujuan digital atau yang sering dikenal pasar zaman now ini mempunyai positioning, differentiation, dan branding.

“Positioning-nya, yakni esteem economy, generasi millennial yang perlu pengakuan, dan media soial. Differentiation-nya instagramable dan digitalable photogenic. Sementara branding-nya, menjadi tujuan* zaman now,” ucapnya. Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill.

“Kids zaman now 70% eksis di dunia maya, dunia figital. Media juga sebagai channel mengarah ke ke sana. Pariwisata anda pun makin kreatif kian instagramable, memikirkan objek gambar. Agar bila difoto, pantas di-posting di medsos dan tidak sedikit likes, comments, tidak sedikit repost, share, dan interaksi positif,” ujarnya lagi.

“Perjalanan Seru Zaman Now”

Destinasi digital buatan GenPI ini, lanjutnya, menyerahkan commercial value. GenPI dapat menciptakan bisnis bidang 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) di tujuan wisata. “Ya Watu Tapak Camp Hill ini contohnya. Ada amenitasnya yang mengangkat nomadic tourism, terdapat atraksinya. Ini keren,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut mengapresiasi tahapan dan ide-ide kreatif yang ditimbulkan GenPI Jogja. Menurutnya, ini adalah bukti kuatnya creative value dari GenPI yang dapat menghadirkan tujuan digital yang bisa mengundang wisatawan.

Baca Juga : Beberapa Ulasan Makanan Yang Ampuh Menjaga Kesehatan Wanita

Terlebih tujuan digital ini digabungkan dengan konsep nomadic tourism yang menjadi konsentrasi Kemenpar. “Dengan adanya tujuan digital Watu Tapak Camp Hill akan meningkatkan peluang keterlibatan masyarakat dalam menambah ekonomi mikro. Di samping itu, memunculkan pilihan wisata malam guna menunjang long stay wisatawan di Jogja. Sehingga secara tidak sengaja akan menolong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya. Menikmati Pemandangan Kota Yogyakarta dari Watu Tapak Camp Hill.

Related posts